Investasi Kesehatan Diusia Muda

Assalamualaikum

Padahal belum kepala 3, tapi badan sudah mulai merengek, banyak yang dirasain bentar-bentar capek, kaki pegal, pinggang pegal, sering keselek, dsb. Kalo dilihat dari segi pola hidup sehari-hari padahal saya termasuk tidak terlalu buruk-buruk sekali, merokok tidak (hanya perokok pasif), minum minuman keras Alhamdulillah tidak, apalagai obat-obatan (paling banter, obat warung kalo lagi sumeng). Memang saya akui saya nggak pernah olah raga, niat jogging palingan kalo habis beli sepatu baru, wkwkwk. Niat senam dan push up, cuman 2 hari udahan, terus apalagi yah skipping cuman beli talinya ajah, udah itu digeletakin ampe lupa gatau narohnya dimana. Hhahhahaa (ngaku dosa).

Nah mulai dari hal hal kecil diatas saya jadi membayangkan banyak hal yang mungkin terjadi dimasa mendatang, sebagaimana kita tahu ya, biaya kesehatan di Indonesia termasuk yang paling mahal, sudah gitu sekarang penyakit-penyakit yang diderita oleh warga Indonesia juga aneh-aneh, sebut saja kanker (eits bukan kanker kering yah, J), stroke, gagal ginjal, diabet. Naudubillah semoga kita senantiasa dilindungi dari berbagai macam penyakit yang menular. Aamiin. Penyakit – penyakit tersebut masuk dalam kategori kronis, dalam artian jika seseorang sudah mengidapnya, kemungkinan besar dia harus menjalani seluruh sisa hidupnya dalam pelukan penyakit tersebut. Saya mau share sedikit riwayat orang tua saya yang keduanya mengidap hipertensi (darah tinngi), abah saya sampai meninggal dimeja rumah sakit ketika beliau sedang manjalankan cuci darah, saat itu saya baru kelas 1 SD, dan ibu saya baru – baru saja meninggal usai melakukan cuci darah, (Semoga Alloh Swt mengampuni seluruh dosa- dosanya & menempatkan beliau dalam golongan orang- orang shaleh. Aamiin). Dan dari pengalaman orang tua saya tersebut yang harus rutin ngapel ke RS setiap minggu membuat saya sadar betapa pentingnya cadangan dana kesehatan, seorang pria super power yang pada masa pensiunnya mengalami penurunan taraf hidup yang cukup drastis, asset yang susah payah dibangun selama masa – masa produktif habis untuk berobat. Masa pencarian saya terkait informasi asuransipun berujung pada tahun 2015 di kampus gici business school dengan seorang agen asuransi yang juga alumni gici angkatan tahun 2009, Anisa ayuningtyas namanya.

Awal pertemuan saya dengan ka Nisa pada saat saya sedang mengikuti kelas bahasa Inggris bersama Mr.D waktu itu seperti biasa kami sedang melakukan conversation kemudian ka Nisa mengetuk pintu dia meminta izin kepada Mr. D, untuk menyampaikan sesuatu, I thought itu kaka kelas yang hendak memberikan suatu pengumuman, Mr.D meminta ka Nisa menggunakan bahasa inggris karena waktu itu memang sedang dalam kelas bahasa Inggris. Kemudian ka Nisa memulai salam dan lanjut speaking English dengan mulus lancar, yang saya ingat diakhir percakapan dia menanyakan “Do you know Safir Senduk??” Yes I know, Safir Senduk is a financial motivator, langsung saya jawab. Karena kebetulan waktu itu saya sedang aktif – aktifnya mempromosikan produk MLM dari swedia yang menggunakan icon Safir Senduk sebagai motivatornya.

Setelah pertemuan itu kami sering bertemu dan berdiskusi mengenai kesehatan dan asuransi, saya memang sudah terfikir untuk invest diasuransi sebelumnya, tapi waktu itu saya menargetkan diusia 25 tahun, tapi Alloh swt berkehendak lain dengan mengirimkan ka Nisa diusia saya 21 Th. Deal saya pun konsisten autodebet diasuransi. Sejumlah pertanyaanpun muncul terutama dikalangan orang – orang terdekat saya, mahal amat ikut asuransi, bukannya dari PT sudah diikutkan program asuransi juga ya? Mending beli motor aja bay jadi kalo kemana – mana enak gausah ngangkot?? Kenapa nggak nyicil perumahan saja kaya temen – temen yang lain?? Dsb. Tapi saya memang sudah berkomitmen dari awal insyaAlloh Bismillah saja lah. Sebagaimana saya ditulis diatas, dari garis orang tua saya keduanya memiliki riwayat hipertensi yang disertai gagal ginjal dan kedua orang tua saya sama –sama harus menjalani proses hemodialing, dari pengalaman itu saya banyak banget belajar tentang menjaga pola hidup. Belum sepenuhnya memang namun sedikit – sedikit belajar beralih kepola hidup sehat. Abah saya pria pemakan daging, hampir setiap minggu abah saya selalu konsumsi kambing entah itu sate, gule, dsb. Ditambah beliau penikmat jengkol dan pete, durian dll, pokonya semua makanan yang bisa memicu hipertensi. Saya juga termasuk suka sekali jengkol dan pete. Sedangkan menurut konsultan kesehatan, pola makan yang baik adalah mengurangi karbo, garam, gula, produk olahan, instan, daging merah dsb.

Namun pola makan kebanyakan orang Indonesia sudah dari sononya salah kaprah, makanan pokonya nasi, dimana termasuk saya kalo belum makan nasi itu berasa belum makan. Hhaahhaa. Ditambah lauknya oreg kentang/ perkedel kentang, ditambah minumnya es teh manis, pake ikan asin, cemilannya singkong goreng. Hwaahaa bisa dihitung disitu karbo semua numpuk numpuk, ternyata mengonsumsi karbo yang terlalu berlebihan, tubuh akan mengubahnya menjadi glukosa/ gula, makanya kadang orang bingung saya jarang minum teh manis/ aneka minuman manis lainnya tapi kenapa kadar gula saya tinggi, silahkan dicek bisa jadi penyebabnya adalah konsumsi karbo yang berlebihan, dan akibatnya akan memicu diabet. Naudzubillah

Nah lalu seperti apa sih pola makan yang sehat dan benar.?? 4 sehat 5 sempurna, berdasarkan data yang dilansir dari situs aladokter

Sarapan pagi sebelum Pkl. 09.00 WIB lengkapi dengan sedikit karbo dan serat utuh agar kenyang lebih lama bisa diperoleh dari sereal, oatmel, gandum biji – bijian (kacang merah, beras merah, almond, kacang hijau), tempe tahukah anda tempe adalah makanan Indonesia yang ternyata kandungan proteinnya lebih tinggi dari pada daging sapi, kemudian lengkapi dengan buah dan sayuran hijau serta tambah dengan susu, porsinya jangan terlalu berlebihan,

Pkl. 09-10 Wib Morning snack, anda bisa pilih makanan yang mengandung serat sebagai pengganjal supaya anda tidak terus merasa lapar misalnya pudding, cookies, camilan rujak buah dll

Pkl. 12- 13 Wib lunch, nah disini anda boleh makan besar missal nasi putih dimix dengan nasi merah lengkapi dengan sayur aneka warna, tambah dengan tempe dan lauk lainnya seperti ikan / ayam, dan diakhiri dengan pisang / apel.

Pkl. 15-16 Wib Afternoon snack anda bisa memilih smoothies atau pudding bisa juga dengan beberapa potong buah segar.

Pkl. 18-19 Wib Dinner disini anda disarankan untuk mengkonsumsi makanan yang ringan dan mudah dicerna seperti roti gandung, oatmel, sereal jagung, dilengkapi dengan susu.

Jangan lupa seimbangkan dengan pola istirahat dan olah raga yang teratur.

Wah – wah memang lidah kita sudah terbiasa makan makanan dengan rempah yang sangat kuat. Namun tidak ada salahnya untuk mencoba memperbaiki pola makan perlahan lahan, oya mengenai pertanyaan mengapa saya tidak memilih untuk invest di asset tetap dan bergerak adalah, untuk saat ini saya sedang sibuk – sibuknya mempersiapkan diri untuk study abroad, Alhamdulillah, entahlah Alloh swt akan membawa saya kemana yang jelas saya butuh cadangan asset tak berwujud yang lebih banyak ketimbang asset tetap, ya…. Sekali lagi saya tegaskan setiap orang pastinya memiliki strategi masing- masing dalam meraih tujuannya dan saya memilih strategi seperti ini. Semoga ada sisa usia yang bermanfaat aamiin sukses slalu untuk anda semua pembaca yang budiman.

Wassalam

#MrOnline