Alokasi Dana APBN Untuk Kesejahteraan Rakyat

Sebagian besar masyarakat Indonesia kurang peduli terhadap APBN Negara kita, ditambah lagi dengan kurangnya transparasi dari sector public dan selama ini opini masyarakat dicekoki dengan beragam berita – berita yang menunjukan sebagian banyak oknum – oknum pejabat kita yang korup, bukan rahasia umum lagi kalo – kalo mereka yang memiliki jabatan sudah kongkalikong dengan pemodal baik domestic maupun luar negeri, saling menguntungkan group bisnis mereka sendiri. Ditambah sederet drama kasus petinggi – petinggi institusi negeri ini yang saling membuka aib satu sama lain. Oleh karena itu banyak masyarakat yang berfikiran “I don’t care”. Toh selama ini semua kebijakan yang dibuat oleh pemerintah dirasa tidak ada bedanya, yah itu memang tidak berlebihan karena penulis juga merupakan anak kampung yang tinggal jauh dari hingar bingar informasi tekhnologi, banyak kebijakan serta program – program yang tidak tersalurkan dengan baik sampai ke hilir daerah terpencil, entah kurangnya sosialisasi maupun masyarakat yang sudah masa bodoh lagi. Padahal pemerintah sudah mengeluarkan anggaran untuk setiap program yang dibuatnya.AN

Dewasa ini image pemerintahan perlahan – perlahan berubah terutama mengenai kebijakan yang berhubungan dengan moneter & fiskal mulai transparan, bersih, dan bebas pungli. Sedikit sharing saya termasuk salah satu anak muda yang mengagumi Ibu Sri Mulyani, ada beberapa kebijakan yang sangat saya kagumi terutama adalah dibentuknya dana investasi abadi pendidikan, wah ini merupakan pertama dalam sejarah pendidikan Indonesia dimana anak bangsa yang memiliki potensi dalam bidangnya masing – masing dibiayai penuh oleh Negara untuk belajar dari universitas – universitas terbaik di seluruh dunia. Program ini sangatlah bagus, namun LPDP harus bekerjasama dengan seluruh elemen pemerintahan Indonesia agar nantinya almamater – almamater LPDP yang telah kembali ke Indonesia diberi kesempatan untuk mempraktekan ilmu yang sudah mereka dapati diluar negeri sehingga berguna untuk kemajuan bangsa. Jangan sampai mereka pulang ke Indonesia namun tidak tahu harus menyalurkan ilmunya kemana sehingga menjadi generasi abu – abu yang pada akhirnya memilih karir diluar negeri. Bimbingan secara berkelanjutan sangat diperlukan kandidat LPDP, baik selama study maupun pasca study, libatkanlah mereka dalam proyek – proyek vital negara. Sehingga tercipta kerjasama yang saling menguntungkan.

unnamed

Pada anggaran ABPN 2017 pemerintah mengalokasikan dana transfer pada daerah yang melebihi jumlah anggaran belanja kementrian – kementrian lainnya, sebesar 36.9% hal ini berdampak positif apabila diiringi dengan pengawasan yang terintegrasi dan transparansi laporan keuangan tiap daerah jangan sampai percepatan pertumbuhan ekonomi yang menjadi tujuan utamanya kebijakan ini malah menjadi ladang KKN bagi sebagian golongan tertentu, harus ada system yang terintegrasi sehingga semua kegiatan laporan keuangan tiap daerah bisa diakses oleh siapa saja (Public transparansi). Misalnya dana KUR dan PNPM Mandiri yang sejatinya untuk mendorong industri kecil menengah, faktanya hanya kelompok tertentu saja yang menikmati dana ini, mereka yang benar – benar berkecimpung dalam industri mikro hanya sedikit yang menikmatinya karena terbentur oleh banyakya persyaratan yang harus dipenuhi. Fokus utama pengembangan kesejahteraan masyarakat selain industri mikro, menurut penulis adalah generasi muda (asset bangsa) difase ini banyak ide – ide “nakal” yang muncul, energi, semangat yang menggebu – gebu, serta waktu luang yang melimpah namun anak muda tidak punya modal maupun media untuk menyalurkan ide – ide liar mereka, jika ada kebijakan yang memfokuskan pada bimbingan bisnis anak muda tentu akan menghasilkan banyak pebisnis – pebisnis muda yang tentunya dapat menjadi solusi dari membludaknya pengangguran diusia produktif, menurut penelitian dari berbagai lembaga survei ekonomi mengungkapkan bahwa industri mikrolah yang terus fighting ditengah – tengah terpaan badai krisis 2008 silam, bahkan ditahun ini merupakan tahun keemasan meroketnya bisnis online, hal ini tentu berimbas pada percepatan laju usaha mikro yang nilai transaksinya bisa triliunan Rupiah setiap bulannya, dengan semakin mudahnya akses internet sehingga mampu mencapai seluruh pelosok Indonesia, hal ini tentunya tidak lepas dari peranan ide “Nakal” anak muda yang memunculkan banyak starup marketplace baru di Indonesia.

images (18).jpg

Dari sektor kebijakan fiskal, pemerintah melalui kementrian keuangan juga membuat gebrakan yang tak kalah mencengangkan yaitu tax amnesty, kebijakan ini menimbulkan pro dan kontra ditengah – tengah masyarakat, namun mahkamah konstitusi telah memutuskan bahwa kebijakan tax amnesty tidak melanggar UUD 1945, nilai deklarasi tax amnesty pada periode pertama sudah mencapai Rp. 3.770,45 triliun ini merupakan salah satu pencapaian tertinggi diantara negara – negara yang telah melakukan program tax amnesty ini. Bayangkan jika 1 triliun dana pajak yang diperoleh bisa untuk membangun 155 km jalan raya atau pemberian subsidi kepada petani berupa 306.000 Ton pupuk / bantuan sosial kepada 355.000 keluarga miskin, menyekolahkan 2.2 Juta siswa SD/SMP/SMA, berarti Rp. 3.770,45 triliun mampu membangun seluruh wilayah tertinggal di Indonesia agar percepatan pertumbuhan yang menyeluruh bisa terealisasi terutama untuk wilayah – wilayah perbatasan yang masih sangat jauh dari sentuhan pemerintah pusat. Jika 1% nya saja dialokasikan untuk memberi pinjaman lunak pada anak muda untuk mengembangkan bisnisnya, maka cukup untuk melahirkan banyak wirausahawan – wirausahawan baru di Indonesia.

images-19

Kebijakan – kebijakan tersebut merupakan sebagian kecil dari kebijakan kementrian keuangan yang penulis ketahui, dari situ saja kita sudah optimis kedepannya Indonesia bisa jauh lebih baik dengan penghitungan penganggaran APBN yang tepat dan akurat, serta kita sebagai warga Indonesia yang baik harus terus ikut serta mengawasi setiap aktifitas pemerintahan kita, mulai dari yang paling sederhana dari lingkungan tempat tinggal kita, RT/RW/Desa, sadar APBN dan ikut mengawasinya tentu akan menciptakan Indonesia yang lebih baik lagi.

Referensi :

www.kemenkeu.go.id/apbn2017

www.lembagapajak.com

www.suarajatimpost.com

FP : Kementerian Keuangan Republik Indonesia