Himkah Dibalik Peristiwa 212

Assalamualaikum,
saya mau sharing pengalaman saya ikut aksi super damai Jum’at 02 Desember 16, dari beberapa hari sebelum hari jumat, sudah ramai perbincangan baik di TV maupun di media sosial tentang aksi damai 212, hari kamis sore saya berangkat ke kampus bersama teman saya Deka, anak CM 2015 yang juga kebetulan tetanggaku. Sore itu seperti biasanya kami berbincang” selama perjalanan menuju kampus sambil naik motor, menembus macetnya kota Cibitung. Kami biasa ngobrolin topik” tentang materi kuliah, tugas, dan rutinitas kerjaan setiap hari, sesekali ngomongin soal investasi, sangat jarang kami ngobrol urusan priadi seperti kebanyakan anak muda lainnya yang curhat masalah asmara (cieeh emang belum ditemukan dengan pasangannya)… Setibanya dikampus sepontan Deka menanyakan perihal aksi 212, “Mas, besok ada aksi 212 ya, kampus juga kebetulan ngadain sutle bus untuk yang ikut aksi ini” katanya. Spontan saya langsung menjawab “beneran dek? Ikut yuk?.. dia langsung menjawab “Ayoo” nanti saya kabarin ya pengumumannya lewat whatsapp. Okee sembari masuk kelas. Dikelas saya terima pengumumannya melalui whatsapp kemudian dia bilang tidak bisa ikut karena masuk pagi, dalam hati saya terus berfikir malam ini masuk kerja, pulang kampus jam 09.30 malam, ikut nggak yah, takutnya disana malah ngantuk dan merepotkan orang lain, tapi kebetulan malam ini kita disuruh masuk jam 10 lebih awal dari biasanya, artinya kita pulang jam 05.30, ketentuan dari kampus yang ikut aksi 212 harus sudah kumpul jam 06 pagi sepertinya Alloh swt sudah menakdirkan saya untuk ikut aksi ini, bismillah saya berangkat, sepulangnya dari kampus saya langsung mempersiapkan sikat gigi, odol, kopiah, baju putih, power bank, kopi dll Selesai packing saya langsung buru” jalan ke tempat kerja karena jam sudah hampir menunjukan Pkl. 10 WIB, didalam PT saya tidak henti henti berfikir dengan sedikit ragu ragu. Tapi sekali lagi saya mantapkan hati untuk berangkat dengan niat ibadah Insya Alloh. Pagipun tiba pkl. 5.40 wib saya bergegas pergi ke kampus, ditemani semilir angin pagi dan macetnya kota Cibitung, sesampainya di kampus, saya disambut oleh Pak Ihsan lengkap dengan jubah putihnya, spontan saya langsung menanyakan “Pak kapan berangkatnya..?? lalu beliau rada terkejut sambil bertanya balik “Dari mana ya..???, (dalam hati saya mau ketawa lucunya pak Ihsan sampai nggak ngenalin saya, wajar saja mungkin saya mahasiswa paling aneh pagi pagi dengan muka hina memakai atribut serba hitam, rambut crazy warna merah menyala dengan hiasan behel gigi ungu yang mencuri perhatiaan, wkwkwkw…). “Saya anak CA 2014 pak, gumam saya. Lalu beliau dengan sigap langsung mendaftarkan nama saya dalam list peserta, “Sudah saya update ya de..” sekarang langsung saja masuk ke bis. Pkl. 06.10 wib bis berangkat meninggalkan kampus dengan diiringi doa dari bapak Ikhsan selaku ketua aksi hari ini dan menyanyikan mars penyemangat bersama. Teman” dari Mampang sudah menunggu kami sudah janjian, suttle bus sudah berencana untuk mampir ke kampus Mampang. Sesampainya di jalan TOL, rencana dirubah karena terjebak macet parah, dan akhirnya teman teman dari Mampang menunggu ditengah jalan antara menara Saidah, sampainya disana kami bergembira akhirnya bisa berkumpul dan suasana menjadi sangat meriah, mars pun taklupa kami nyanyikan bersama, sepanjang jalan tidak henti-hentinya suara takbir dikumandangkan, sesampainya dilokasi suasana ramai dan damai sudah mulai terasa, benar saja pasukan relawan yang berbaju abu” army sudah siap mengatur parkir, kami turun dari bis dan bergegas mengikuti iring- iringan jamaah lainnya, mendadak suasana menjadi horror ketika barisan yang mayoritas berbaju putih itu bertemu disuatu perempatan sembari mengucapkan salam dan sholawat, tak luput seorang nenek – nenek berteriak Allahu Akbar.. Allahu Akbar sembari membagi- bagikan cakwe gratisss bersama cucunya, “Ambil – ambil makan, Gratiss, Allahu Akbar..” teriak nenek dengan suara lantang. Saya yang termasuk keras kepala mendadak luluh, entah suasana apa yang tengah saya rasakan, terharu, bangga, tentram, namun juga ingat akan banyak kesalahan serta maksiat yang selama ini saya perbuat, sepanjang jalan menuju Monas, banyak yang membagikan makanan serta air mineral, buah dengan sukarela dengan ramah tamah, sembari bershalawat beliau-beliau membagikannya dengan penuh suka cita. Sesampainya di area monas, jalanan sudah sangat padat barisan sudah tidak bisa bergerak maju kembali, akhirnya rombongan memutuskan untuk membuat shof dibawah jembatan sepanjang jalan silang Monas & Masjid Istiqlal. Didepan jalan sudah ada Ibu – ibu dan Bapak-bapak baik hati membagi bagikan air mineral & roti, sayapun memminta kardus yang sudah tak terpakai sebagai alas sholat kebetulan saya tidak membawa sajadah. Kamipun membuat shof sholat secara teratur, sembari menunggu adzan berkumandang, sebagian ada yang tadarus, ada yang dzikir, ada yang bersholawat, ada yang menunaikan sholat shunah, ada pula yang masih sibuk mengatur shof sholat. Kami tidak dengan jelas bisa mendengar ceramah dari da’I maupun apa komando yang sedang dibacakan karena jarak kami lumayan jauh dari mimbar utama, bahkan kedatangan Presiden jokowipun kami tidak mengetahuinya. Kami baru tahu setelah pulang dan nonton tv, ternyata Presiden jokowi hadir untuk menunaikan sholat jum’at berjamaah. Tak lama kemudian sayup- sayup muadzin terdengar mengumandangkan adzan, semua jamaah dengan khidmat mendengarkannya sambil membaca takbir, usai khotib berkutbah gerimis rintik-rintik mulai berasa disertai dengan tiupan angin yang sejuk, semakin lama, curahan airnya semakin deras berasa, sebagian jamaah ada yang membaca doa sebagai wujud syukur telah dikaruniai limpahan rezeki melalui hujan ini. Sholat jum’at berjalan dengan sangat tertib & khidmat, pada rokaat kedua imam membaca do’a Qunut nadzillah, (biasanya dibaca saat terjadi bencana-bencana besar). Sepanjang pembacaan do’a Qunut yang diaminin oleh jutaan jamaah ini, air mata & isak tangis tiada henti-hentinya bercucuran, sebagian ada yang sampai tidak kuasa menahan bendungan air matanya, diiringi curah hujan sedang, sayapun terbawa suasana dan fikiran saya melayang, flashback pada masa-masa silam, astaghfirullohaladzim, selama ini saya banyak sekali melakukan dosa-dosa dan maksiat, selama ini saya masih punya penyakit hati dan belum mampu mengendalikan diri, masih membangkang pada orangtua maupun saudara-saudara tertua, ya Alloh ya Rabb ampuni hamba, bawalah hamba kejalan orang – orang shaleh, suasanapun semakin menyayat – nyayat hati, bohong kalo ada jamaah yang tidak merinding, saat melaksanakan sholat jamaah ini. Usai sholat, imam memimpin do’a dan kami membubarkan diri dengan tertib, sepanjang jalan tidak hentinya Sholawat & Takbir berkumandang saling sahut sahutan, bahkan para pedagang kaki lima, serta pemulung juga ikut bershalawat, luar biasa indahnya hari ini menambah suasana menjadi semakin menyayat –nyayat. Saya sempat tertinggal dengan rombongan, tapi Alhamdulilah kami berhasil sampai pada meet point kembali. Didalam Bis, berasa sangat dingin saya yang dari kemaren sore belum tidur sama sekali merasakan rengekan badan ini, setelah dihujani selama beberapa jam kemudian harus berada dalam bus yang full AC luar biasa nikmat sekali pengalaman hari ini, salah satu hari terbaik yang pernah saya lalui, terimakasih Ya Alloh semoga dilain kesempatan saya bisa dianggil kembali dalam kegiatan kegiatan yang bermanfaat. Aamiin.
Wassalamualaikum
Salam
#MrOnline
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s