Suka Duka Menjadi Pelajar Part 2

Sebelumnya sudah #MrOnline ceritakan tentang bullying yang terjadi saat #MrOnline SD disini

trilogy-kenakalan-smp

Fase MTs (Madrasah Tsanawiyah)

Nah setelah pengumuman kelulusan, kami sibuk dengan tujuan masing – masing #MrOnline benci dengan kata perpisahan, tapi #MrOnline juga bahagia karena momen – momen ini telah lama #MrOnline tunggu, mungkin disekolah lain #MrOnline bisa meraih kebebasanku. Temen – temen yang cukup mampu pada daftar ke SMPN 01 disitu merupakan sekolah favorit, tak sedikit yang ditolak disekolah ini. Sebagian ada yang daftar di SMP Swasta, dan adapula mereka yang tidak melanjutkan jenjang study nya, mereka memutuskan merantau ikut saudara. Well life is choose, isn’t it?? #MrOnline alhamdulilah masih diberi kesempatan untuk melanjutkan pendidikan di MTs Nurul – Huda NU Pesanggrahan, ketika itu pertimbangan emak adalah kaka ipar #MrOnline ngajar disitu, so beliau berfikir bisa mendapatkan keringanan biaya pendidikan, di MTs juga system pembayarannya bisa tilolerir kami yang tidak mampu diberi kelonggaran untuk mencicil study fee kami. Perjalanan dari rumah menuju sekolah ditempuh dengan jalan kaki menyusuri sawah, ladang dan sungai yang apabila hujan debit airnya bisa meluap sampai 5 X lipat. Satu – satunya kendaraan ke sekolah hanyalah mobil pick-up, tarif sekali jalan Rp.1000 saat itu tahun 2006 an, tapi kami memilih jalan kaki karena ongkosnya lumayan bisa untuk jajan saat istirahat tiba, seribu waktu itu cukup untuk membeli 1 mangkok tahu kupat + gorengan tahu isi 2-4 biji. Mereka yang dari kalangan mampu memilih untuk membawa sepeda motor sendiri. Ketika itu #MrOnline dikasih jatah Rp. 2000 / hari. Itupun #MrOnline harus pergi kerumah kaka #MrOnline terlebih dahulu sore harinya entah itu membantu nyapu, cuci piring dsb. Kaka #MrOnline memang tidak memintanya namun #MrOnline yang berinisiatif mengerjakannya, tak jarang pula kaka juga tidak punya uang, yah paling #MrOnline hanya bisa menerima kenyataan besok istirahat tidak bisa jajan seperti teman – teman yang lain, makannya emakku slalu menyiapkan sarapan pagi setiap hari sekalipun sekedar pake tempe goreng / sambal. Pernah hampir satu minggu lebih #MrOnline tidak diberi uang s#MrOnline, kalo pulang sekolah pas pkl. 14 wib rasanya sudah kaya mau pingsan saja, apalagi harus jalan kaki jauh, namun karena kami jalan rame – rame jadi tidak terlalu berasa lelahnya. Perjuangan bertambah ketika ramadhan tiba, hampir setiap hari kami melepas lelah & letih di susukan tiduran dirumput – rumput saking panasnya MasyaAllah nikmat sekali perjuangan itu. (Susukan Baca : Semacam hutan kecil yang berada ditengah sawah dan sungai erang). #MrOnline memang anak durhaka yang selalu menyangkal perkataan emak #MrOnline, (ampuni hamba ya Allah) tapi kalo soal financial #MrOnline tidak berani meminta apapun, termasuk uang s#MrOnline, nggak tega. #MrOnline kasihan melihat beban emak yang semakin berat saja dipikulnya terlebih semenjang kepergian abah tercinta beban yang dulu dipikul bersama kini ditangguhkan emak seluruhnya. #MrOnline berinisiatif membuat es mambo ditempat kak#MrOnline kebetulan kaka baru saja membeli lemari es, setiap hari pulang sekolah pkl. 14 wib usai makan, istrirahat dll, #MrOnline langsung menuju rumah kaka yang jaraknya sekitar 200 M, sesampainya disana langsung merebus air, mempersiapkan gula, frambos dll, sembari menunggu air dingin #MrOnline mel#MrOnlinekan pekerjaan rumah seperti cuci piring, bada Isya air sudah dingin dan siap untuk dikemas, biasanya #MrOnline mengemas es kadang ber 2 dibantu keponakanku, sering juga sendiri kurang lebih sampai pkl. 20.30 wib. Usai kelar mengemas es mambo lanjut menata dalam freezer kemudian bebenah semua peralatan yang telah dipake. Biasa #MrOnline nginep dirumah kaka sambil belajar biasa tidur didepan tv sekitar pkl 23 / 24 wib sampai bangun pkl. 04 wib, bada sholat shubuh #MrOnline pulang, oya dari hasil mengemas es tersebut #MrOnline dikasih jatah Rp. 2000 pikirku itu sangat lumayan ketimbang kadang nggak dikasih uang s#MrOnline sama sekali. Sesampai dirumah #MrOnline mandi siap – siap berangkat kesekolah, sarapan. Pkl 06 wib #MrOnline berangkat menuju sekolah, biasanya perjalanan memakan waktu 15-20 menit, ditengah jalan (Baca : sawah) biasa kami ketemu dengan teman – teman lainnya. Hhhmm indah yah kenangan lalu, jika sedang musim penghujan kami harus mencopot sepatu kami karena pematang sawah biasanya sangat becek, sepanjang jalan tak henti – hentinya sembari bercerita dan bersenda gurau, tak jarang pula #MrOnline telat, hhahhaa dan anehnya sekali telat, malah menjadi kebiasaan dan hampir setiap hari jadi telat, guru BP #MrOnline Pak Hadirin waktu itu, sampai bosan melihatku tiap hari dihukum karena telat. Mulai dari buang sampah sampai memindah mindahkan tanah sudah #MrOnline kerjakan. Saat kelas 7 kami sekelas sangat kompak, tapi #MrOnlinengnya kompak dalam kejelekan, jadi setiap minggu ada 2 kali latihan pramuka, nah disitu semua anak- anak cowo bolos semua nggak ada yang ikut, sekalipun ada yang ikut, akan jadi bulan – bulanan sama anak 1 kelas, Amad Syafii waktu itu ketua genk nya, kalo pas jam olah raga juga demikian, kebetulan dapat waktu 2 jam sebelum istirahat, nah pas itu malah lanjut bablas tidak mengikuti jam pelajaran berikutnya, malah maen ke ladang – ladang milik teman kami yang ada di dukuh menteng, ndaweg (memetik kelapa muda), alhasil satu kelas di scrap di halaman digebug pake penggaris kayu, terus diseret 1 / satu, & diancam orangtua kami akan dipanggil. Dikelas #MrOnline termasuk anak yang cepat nangkep materi pelajaran ada temen namanya Heri, doi kalo ada tugas PR dsb, dia menyuruhku untuk sekalian mengerjakan punyanya, sebagai imbalan dia memberiku uang antara Rp 1000 – 2000, wah lumayan lambat laun #MrOnline jadikan bisnis, kalo ada PR selalu #MrOnline tawarin ke teman – teman hhahaa. Perjalanan sekolahpun terus berjalan semenjak mts #MrOnline jadi semakin bandel, sering telat, sering bolos, dan di mts #MrOnline menemukan teman yang alhamdulilah sampai sekarang masih tetap berhubungan baik namanya M eman fariansyah dari dulu kami sering sharing bareng tentang materi pelajaran maupun kehidupan pribadi kami, si mts #MrOnline paling mentok berada di peringkat 2 besar dan belum pernah masuk paraler. Saat masuk kelas 9 kami sangat terbebani dengan UAN, apalagi Mtk & Bhs inggris merupakan materi yang paling tidakku suka ketika itu. Pak anwar guru mtk selalu memberi kami motivasi untuk terus belajar, dirumah tumpukan materi foto kopi berjibun yang harus dipelajari. Tiba saatnya try out UAN kami tiba, selama 3 hari kelas 7-8 diliburkan karena semua ruangan dipake untuk try out. Hari 1 mtk, ke 2 bhs Indonesia, ke 3 bhs Inggris & ke 4 IPA (Include Biologi, fisika & kimia), kami berjuang keras ketika itu #MrOnline memang bertekat untuk full mengerjakan sendiri semampunya, jadi ketahuan kemampuanku sampai mana toh ini kan memang try out (percobaan). Seminggu lebih kemudian keluarlah hasil try outnya dipasang di mading, tepat sebelum jam istirahat ke 2, pkl 11 wib saat itu masih ingat banget pas lagi jamnya pak Hamdi guru bahasa arab, beliau memberi bocoran kalo ditry out ini yg lulus cuman 3 orang, namun beliau tidak memberikan siapa nama ketiga orang tersebut, anehnya beliau tertangkap beberapa detik menatap kearahku, dalam hati sembari menahan kantuk #MrOnline berkata paling torikin dll, mereka yang masuk big 3 paraler. Saat Yani kembali dari kantin dia sembari jalan ngomong ke arahku Dimas selamat ya.. selamat untuk apa kat#MrOnline?? Kamu lulus try out, hah masa langsung #MrOnline lari kepapan pengumuman dan ternyata benar dari 126 siswa hanya 3 orang yang (L) termasuk #MrOnline yang lain (TL). Luar biasa entah keberutungan apa yang sedang #MrOnline alami ternyata menjelang ahir masa studyku #MrOnline memberi kejutan kembali, di try out ke 2 jumlah yang lulus bertambah menjadi 9 orang dan #MrOnline masih tetap bisa mempertahankannya, semua anak anak termasuk adik kelas pada bertanya apa sih rahasianya ? seperti apa sih belajarnya? Hhehhee

Tiba waktunya UAN beneran #MrOnline ketika itu mendapat bangku nomor 1 wah, luar biasa tegangnya kami berangkat dari rumah jam setengah 6, saat itu #MrOnline sedang sakit namun #MrOnline paksakan tetap berangkat, yaiyalah masa mau UAN nngak masuk, hari hari tegangpun telah berlalu dan akhirnya tiba saatnya menjelang pengumuman, setelah rentetan panjang ujian, UAN, ujian praktek (Include olahraga, agama, Ipa, dll) dilanjut dengan ujian madrasah pak guru berpesan agar kami tetap menjaga kesehatan mengingat jadwalnya sangat padat. Usai ujian sembari menunggu pengumuman kami full istirahat dirumah lebih dari sebulan kalo tidak salah dan akhirnya apa yang dikatakan bu Ulis guru biologiku tepat “Suatu saat kalian pasti merasakan fase dimana merasa tidak berguna, cuman menyusahkan orang tua, cuman jadi empan – empanan.” Yah itu benar terjadi selama itu #MrOnline cuman jadi beban orang tua saja, kami senang ternyata kami semua LULUS, bahagia sekaligus sedih, bahagia karena masa masa perjuangan itu membuahkan hasil yang manis, kami bisa menuntaskan pendidikan kami, sedih karena kami harus berpisah setelah 3 tahun bersama suka duka, bertengkar, adu argumen, kekompakan kami diuji kami harus berjalan sendiri menuju jalan hidup yang tentunya berbeda setiap orangnya, dan setelah lulus kami jadi jarang sekali berjumpa, jangankan berjumpa sekedar kirim pesan saja amat jarang, terngiang kejadian – kejadian konyol yang kami lalui bersama mulai dari dihukum karena telat, bolos upacara, bolos pramuka, sampai saat bahu membahu menyebrang sungai erang yang menguap. J #MrOnline slalu berdoa semoga dimanapun kalian berada selalu dalam lindungan Allah SWT aamiin, karena jumlah kita 126 siswa untuk reunipun sekarang sudah susah ya gabakalan bisa kumpul semuanya apalagi sudah 8 tahunan kita berpisah, sebagian besar diantara kita sudah berkeluarga, semoga kalian terus bahagia bersama orang – orang yang kalian sayangi #MrOnline wish you are the bright future guys ! sekian

Wassalam

#MrOnline

 

Advertisements

Suka Duka Menjadi Seorang Pelajar

Assalamualaikum, kali ini #MrOnline akan sharing tentang pendidikan formal yang tentunya sudah #MrOnline alami sendiri. Let’s see happy reading guys, Aku bagi menjadi beberapa Fase jenjang pendidikan dan akan mengulasnya secara singkat.

Fase SD

cerita-lucu-sd

Pertama pada zamannya aku tahu pendidikan, saat usia aku masih balita ketika itu kaka aku sudah Aliah kalo nggak salah, beliau sering ngajarin tulis – tulis di buku, aku dibelikan buku tulis berwarna cover merah ( ciyee masih ingat ), kemudian seiring berjalannya waktu tiba saatnya aku masuk bangku Sekolah Dasar, dulu belum ada PAUD ya adanya TK itupun jauh lokasinya, jadi ceritanya sore itu ditahun 2000 an diantar sama emak aku ke rumah Ibu Ponirah namanya (Guru kelas 1 SD yang terkenal seantero desa) eits.. bukan karena beliau sering upload foto – foto selfie di IG yah tapi karena keramahan dan kesabaran dalam mendidik murid – muridnya sampai sukses at lease bisa baca tulis, karena ketika itu masih banyak loh wali murid yang buta huruf & sampai ada salah satu program PKK desa khusus untuk memberantas buta huruf dikalangan warganya. Langsung saja, setelah melengkapi segala proses administrasi yang tergolong sederhana, aku diterima menjadi siswa SDN Ragatunjung 01, tepatnya di Dk. Pesawahan, Desa Ragatunjung, kec. Paguyangan, Kab. Brebes, Jateng 52276. Ibu Ponirah memberi pengarahan tentang peralatan yang harus dilengkapi sekaligus tanggal masuk sekolahnya. Hari pertama masuk SD serasa sangat mendebarkan sekaligus menyenangkan, kami berangkat sehabis sholat shubuh kesekolah sejak jam 04 pagi suasana tiap rumah sangat ramai, mereka sedang mempersiapkan anak – anaknya untuk berangkat ke sekolah mencari bangku, “ayoo cepat, jangan sampai kesiangan nanti nggak kebagian bangu, teriak salah satu tetangga, (Pada saat itu siswa disekolah kami cukup banyak, dan fasilitas sekolah masih sangat minim, 1 bangku bisa dipake 3 orang, kadang mejanya sudah pada berlubang). Udara ketika itu sangatlah sejuk sampai – sampai dihidug sampai nyenggrak saking sejuknya (Kangenn baget masa masa itu), aku berangkat rame – rame sebagian wali murid mengantar kami kesekolah kemudian sebagian ada yang bawa obor (karena jalanan masih cukup gelap, desa kami terkenal dengan pohon bambunya yang sangat rimbun), sesampainya disekolah setiap pintu kelas sudah dipadati oleh wali murid yang mengantri. Padahal, kelas baru akan dibuka sekitar 2 jaman lagi, waah kebayangkan J, hari – haripun terus berlanjut aku mendapatkan bangku ditengah no.2 alhamdulilah, kami menempatinya ber3, aku, Sandi & Tohir. Keseruan keseruanpun terus terjadi disetiap hari- harinya mulai dari ada yang pipis dicelana karena nggak berani izin ke toilet sama bu guru, sampai ada yang pup dicelana juga, hhahha lucu, alhamdulilah aku bukan yang termasuk J oya waktu aku kelas 1 – kelas 3 setiap minggu berapa kali gitu dikasih makanan tambahan, waktu itu dalam bentuk snack kadang buah dan susu, ada juga telur rebus, suatu hari kami main lempar – lemparan menggunakan kulit buah rambutan kemudian ibu guru mengancam kita tidak akan diberi makanan tambahan lagi, peace bu guru J aku termasuk tertinggal dalam hal membaca, baru bisa membaca saat naik ke kelas 2 SD, tapi daya ingat saat itu cukup bagus, ibu guru menulis dipapan kemudian 1 per satu kami disuruh maju kedepan kemudian aku berpura bura bisa baca, padahal sudah menghafal teks sebelumnya. Lambat laun akhirnya ketahuan juga, ibu guru memarahi aku didepan teman – teman “ malu donk dimas kamu kan sudah gede masa iya belum bisa baca, malu donk malu..!!” celoteh ibu guru. Dari situ aku belajar dirumah buka –buka buku minta diajarin kaka sampai akhirnya sadar bahwa aku bisa membaca, kalimat yang pertama aku baca waktu itu “yang”. Naik ke kelas 2 SD disini masa – masa berkabung dalam hidupku setelah ditinggal pergi oleh nenek tercinta ( masih ingat banget dulu kalo aku dimarahi emak, beliau yang membelaku, kalo aku mau makan beliau mengeluarkan Pete kupas dari buntelan kain yang beliau pakai, karena beliau tahu aku doyan banget sama yang namanya pete. Semoga Allah swt mengampuni segala dosa –dosanya, aamin). Saat kenaikan kelas / catur wulan, intinya pas hari pembagian raport, abah aku meninggal dunia setelah beberapa hari beliau dirawat di RS Islam, sampai raport aku ada yang mewakili untuk mengambilnya dan ketika itu aku masuk peringkat 9 apa 7 ya lupa J, hari – haripun dimulai dengan segala kesedihannya, wah aku resmi menyandang predikat anak yatim, mulai kelas 2 SD, emakku tiap hari menanggis ditengah sujudnya, tak jarang beliau sholat Dhuhur sampai 5 rokaat, setiap sore sambil duduk didepan pintu sambil mendengarkan radio am peninggalan abahku yang masih pake batere, sambil berkaca – kaca beliau bilang seperti menunggu seseorang yang sedang merantau jauh, namun entah siapa dia, dan entah kapan kembali. Intinya beliau benar – benar sedih yang sangat mendalam belahan jiwanya pergi. Masa – masa sulitpun mulai datang silih berganti emak mulai bingung bagaimana caranya membiayai aku sekolah sampai tingkat lanjut, baru kelas 3 SD saja kami sudah cukup kesulitan ekonomi, emaku harus banting tulang dengan keras mengolah kebun dan sawah yang dibeli sama sama almarhum abah dimasa produktifnya dulu. Akupun secara tidak langsung ikut terbebani mentalnya melihat emakku banting tulang, aku ikut merasa sedih namun #MrOnline kecil ketika itu tidak bisa berbuat apa –apa, dan nggak tahu harus berbuat apa bayangan putus sekolah pun sempat terlintas, namun kepikiran juga kalo nggak sekolah mau ngapain juga, emakku berkomitmen kamu harus tetap sekolah, rajin belajar, ngaji & sholat aja sudah tidak disuruh untuk melakukan pekerjaan selain itu. Terbayang dikepala beban yang cukup berat mengingat disekolah aku termasuk siswa yang tidak pandai – pandai amat, bahkan nilai MTK aku jelek selalu dibawah 6, ketika itu aku berfikir kalo anak yang pinter itu yang nilai MTK nya tinggi. Musim – musin terus berganti, dan akhirnya tidak terasa aku sudah naik di kelas 5 SD, dimana sudah banyak hal & ilmu yang aku pelajari mulai dari MTK yang semakin rumit as : pecahan/ per peran kami menyebutnya, bilangan decimal, menghafal perkalian dan melihat dunia secara lebih luas, ada beraneka mahluk hidup yang ada dibumi. Dari sekian banyak disiplin ilmu aku lebih suka belajar tentang IPA & IPS, aku takjub saat belajar IPS karena ternyata dunia ini sangat luas ada banyak Negara Negara, lebih takjub lagi saat belajar IPA aku baru sadar kalo dunia ini bulat, matahari adalah 1 bintang yang letaknya dekat dengan bumi, suka sekali belajar tentang hewan – hewan, dan tumbuhan sampai –sampai sejenak aku lupa kalo aku adalah anak Yatim dan pertamakalinya aku punya cita-cita ingin menjadi jurnalis National Geographic / Discovery Chanel, aku ingin berkeliling dunia dan melihat lebih banyak lagi keanekaragaman flora dan fauna ciptaan Alah swt. Ketertarikanku pada 2 bidang disiplin ilmu ini mengantarkan aku naik kelas 5 dengan peringkat tertinggi, ya pertama kalinya aku meraih peringkat 1, setelah sebelumnya paling mentok berada diperingkat 3, pada beberapa ulangan nilai IPA & IPS aku nyaris sempurna. Begitupula dengan bahasa Indonesia aku tak jarang untuk maju kedepan kelas dan membaca teks mencontohkan cara membaca yang cepat dan benar sesuai tanda baca & intonasi, padahal dulu aku termasuk telat bisa membaca dibanding teman – teman kelas yang lainnya J sayangnya tidak begitu dengan MTK. Nilai mtkku masih stuck hhahha bahkan tak jarang minta contekan kalo ada PR, sampai – sampai guru kelas 4 ku Pak Mario bilang “Kalo pak Guru dari pada pelajaran IPS, mendingan MTK karena tidak perlu menghafal katanya.” Singkat cerita aku memulai hari – hariku sebagai anak kelas 5 & ternyata peringkat pertamaku tidak membawa kebahagiaan, melainkan sebaliknya, masih ingat awal mulanya saat pelajaran mengenai progapet ( pembagian menggunakan table & akan ditemukan jawabannya setelah sampai hasil bawahnya = 0). Ketika itu Pak Amran guru SDku sambil menerangkan di papan tulis beliau spontan melemparkan pertanyaan padaku berapa “angka desimalnya 63 Dimas..?” aku langsung terkaget – kaget yang dari tadi memang memperhatikan papan tulis namun bukan menyimak pelajaran namun nahan kantuk sambil menguap – nguap. 2 kali aku jawab dan keduanya salah pak Guru bilang “kamu kemplu banget Sih..!!” (Kemplu Baca : B*d*h) sejak saat itu, setiap hari khususnya saat pelajaran mtk, aku semakin menjadi bulan bulanan dan hujatan pak guru, pak Amran memang terkenal sebagai guru killer disekolah kami, temen- temen melihat aku digituin malah pada senang, kenapa??? Karena mereka aman dari hujatan pak guru, aku yang menjadi tumbal setiap ada PR / soal pasti aku yang pertama kali disuruh maju kedepan, pernah aku didepan terus dari awal pelajaran sampai istirahat karena aku belum juga bisa menyelesaikan soal progapet, keringat dingin, bulu kuduk berdiri semuanya campur aduk pak guru tidak henti – hentinya membrondongiku dengan berbagai macam pertanyaan sekaligus ejekan, tingkah teman –teman pun semakin menjadi jadi, aku jadi sasaran bulliying dilempari pake kapur tulis sampai batu kerikil sudah menjadi makanan sehari hari, setiap aku pulang, aku selalu mengurung diri sambil mengingat hal – hal yang aku alami disekolah sungguh berat untukku. Sampai aku bertanya – Tanya kelak mau jadi apaan yah, sekolah saja begini, setiap menjelang sholat Ashar, jantung mulai berdebar kencang karena sebentar lagi malam, malam berasa sangat cepat, saat sholah Shubuh aku selalu menangis tak kuasa menahan bendungan air mata ini, sudah terbayang hari ini aku mau diapain lagi yah sama pak guru, I was so sad .. L sampai puncaknya saat lomba tahunan Cerdas Cermat tingkat kecamatan, waktu itu namaku tidak diikutsertakan dalam formasi, digantikan dengan temanku yang dianggap pak guru jauh lebih pintar dari aku, padahal dalam lomba tersebut ada 3 kategori yaitu, IPU (Ilmu pengetahuan umum, include MTK), PAI (Pendidikan Agama Islam) & IPA (Ilmu Pengetahuan Alam). Paling tidak kan ada kategori IPA kenapa pak guru tidak memilihku untuk maju, padahal bidang ini merupakan favoritku dan selalu aku meraih nilai tertinggi baik ulangan maupun semesteran. Lagipula aku masih peringkat 1 nya, dan aku hanya jelek di MTK saja tidak di mapel lainnya. Aku drop banget dan memberi selamat pada temanku itu yang mewakili dalam kategori IPA, dalam hati aku sedih bgt, yang lebih malunya lagi saat saudaraku datang berkunjung, beliau bertanya Dimas minggu besok ikut lomba ya, bareng sama Aan, (Aan anak saudaraku yang juga salah seorang guru di SD lain). Aku jawab enggak.. sambil nyengir. “Loh kok enggak bukannya peringkat 1.??” Tanya saudara, “Nggak tahu mas.. L” . selama itu aku memang tidak pernah menceritakan hal ini kepada siapapun tentang hal – hal yang aku alami disekolah, hanya dipendam dalam hati. Niat Pak guru memang sangat baik aku sadar, beliau bermaksud mendidiku, namun pak guru juga melupakan 1 hal beliau telah merenggut kepercayaan diriku & cita – citaku. Saat itu aku berjanji pada diriku sendiri , “aku nggak mau jadi rangking 1 lagi”. Waktu terus berjalan temenku yang bernama Makmuri banyak membantuku, terimaksih friend, setiap ada soal / exam pasti aku selalu menanyakan kamu berapa hasil ahirnya? Kalo sama berarti aku bisa bernafas lega, karena Makmur termasuk yang paling pintar dalam MTK dan dia jugalah yang dipilih pak guru untuk menggantikanku dalam kompetisi IPA itu, meskipun belum juara, tapi kereen sudah berjuang. Ujian kenaikan kelas 6 SD sudah didepan mata, aku santai – santai dan sengaja tidak belajar, malah memberikan jawaban – jawabanku pada yang laiinya. Oya sekedar catatan semenjak aku dibully dikelas guru –guru yang lain menjadi ragu denganaku, memangnya si Dimas Pintar…??? Termasuk guru agama. Tiba waktunya penerimaan raport saat aku menerima deg –deg gan nih jantung, siapa peringkat satunya..??? dan taraaa.. ternyata aku meraih peringkat 2 alhamduliah berarti bukan aku lagi rangking 1 nya, melainkan Astuti cewe cerdas & sporty yang dari kelas 1 SD sudah bisa membaca duluan. Namun potensiku tidak bisa dibendung, sekalipun sudah ditahan – tahan, aku tetap meraih peringkat at lease 2 besar, dan nilai IPA / IPSku tetap yang tertinggi. Dan pada semester berikutnya, aku kembali terpilih diperingkat 1 & alhamdulilahnya kali ini, aku tidak menjadi korban bullying lagi, Pak Mulyono lebih bijak dalam menilai siswa – siswinya. Ketika menulis tulisan ini aku sadar dengan sistem pendidikan di Indonesia wabil khusus di Sdku dulu, semua siswa dinilai hanya dari 1 kemampuan saja dan disama ratakan dengan hanya 1 jenis ujian yaitu Matematika. Padahal potensi kami bermacam – macam ada yang unggul dalam bidang atletik, seni, sejarah, bahasa daerah, pendidikan agama, ilmu alam / sosial, dsb. Jika kami gagal dalam menjawab soal – soal matematika tetap dianggap anak b*d*h, tak peduli apapun potensinya. Hal ini ibarat menilai seekor ikan dari kemampuannya memanjat pohon, seperti yang pernah disampaikan oleh Albert Einstein “ Disebuah rimba raya ada banyak hewan seperti kera, gajah, jerapah, burung, harimau, kijang, tupai, ikan dll, mereka disamaratakan dalam 1 ujian yaitu kemampuan memanjat pohon, untuk mengetahui siapa yang lebih cepat. Its stupid ! . Aku berharap sudah tidak ada lagi ya sistem pengajaran yang seperti ini, tentu sudah sangat kuno! . Sebagai catatan, almarhum abahku dulu sangat mendukung cita –cita anaknya beliaulah yang menerapkan standar tinggi dalam impianku, beliau sangat mensuport potensi anak – anaknya. (semoga Allah swt mengampuni semua dosa – dosanya aamiin). Kelak jika aku punya anak, juga ingin seperti abah yang selalu mendukung & mengarahkan impian anak anaknya.

screen-shot-2013-04-13-at-6-37-29-pm

Hikmah yang dapat diambil dari hal – hal yang saya alami

  • Jadi lebih rajin sholat Shubuh, karena harus mengadukan semua hal pada Allah swt dan meminta bantuan NYA.
  • Harus lebih giat belajar lagi, karena apa yang kita anggap kuasai, ternyata masih sangat basic
  • Lebih berempati terhadap orang lain
  • Menilai semua hal bukan hanya dari 1 sisi saja

terimakasih guru – guruku yang telah mendidik saya selama ini

Sekian sharing kali ini, kapan – kapan dilanjut dengan jenjang selanjutnya ya thanks before

Wassalam

#MrOnline

 

Investasi Kesehatan Diusia Muda

Assalamualaikum

Padahal belum kepala 3, tapi badan sudah mulai merengek, banyak yang dirasain bentar-bentar capek, kaki pegal, pinggang pegal, sering keselek, dsb. Kalo dilihat dari segi pola hidup sehari-hari padahal saya termasuk tidak terlalu buruk-buruk sekali, merokok tidak (hanya perokok pasif), minum minuman keras Alhamdulillah tidak, apalagai obat-obatan (paling banter, obat warung kalo lagi sumeng). Memang saya akui saya nggak pernah olah raga, niat jogging palingan kalo habis beli sepatu baru, wkwkwk. Niat senam dan push up, cuman 2 hari udahan, terus apalagi yah skipping cuman beli talinya ajah, udah itu digeletakin ampe lupa gatau narohnya dimana. Hhahhahaa (ngaku dosa).

Nah mulai dari hal hal kecil diatas saya jadi membayangkan banyak hal yang mungkin terjadi dimasa mendatang, sebagaimana kita tahu ya, biaya kesehatan di Indonesia termasuk yang paling mahal, sudah gitu sekarang penyakit-penyakit yang diderita oleh warga Indonesia juga aneh-aneh, sebut saja kanker (eits bukan kanker kering yah, J), stroke, gagal ginjal, diabet. Naudubillah semoga kita senantiasa dilindungi dari berbagai macam penyakit yang menular. Aamiin. Penyakit – penyakit tersebut masuk dalam kategori kronis, dalam artian jika seseorang sudah mengidapnya, kemungkinan besar dia harus menjalani seluruh sisa hidupnya dalam pelukan penyakit tersebut. Saya mau share sedikit riwayat orang tua saya yang keduanya mengidap hipertensi (darah tinngi), abah saya sampai meninggal dimeja rumah sakit ketika beliau sedang manjalankan cuci darah, saat itu saya baru kelas 1 SD, dan ibu saya baru – baru saja meninggal usai melakukan cuci darah, (Semoga Alloh Swt mengampuni seluruh dosa- dosanya & menempatkan beliau dalam golongan orang- orang shaleh. Aamiin). Dan dari pengalaman orang tua saya tersebut yang harus rutin ngapel ke RS setiap minggu membuat saya sadar betapa pentingnya cadangan dana kesehatan, seorang pria super power yang pada masa pensiunnya mengalami penurunan taraf hidup yang cukup drastis, asset yang susah payah dibangun selama masa – masa produktif habis untuk berobat. Masa pencarian saya terkait informasi asuransipun berujung pada tahun 2015 di kampus gici business school dengan seorang agen asuransi yang juga alumni gici angkatan tahun 2009, Anisa ayuningtyas namanya.

Awal pertemuan saya dengan ka Nisa pada saat saya sedang mengikuti kelas bahasa Inggris bersama Mr.D waktu itu seperti biasa kami sedang melakukan conversation kemudian ka Nisa mengetuk pintu dia meminta izin kepada Mr. D, untuk menyampaikan sesuatu, I thought itu kaka kelas yang hendak memberikan suatu pengumuman, Mr.D meminta ka Nisa menggunakan bahasa inggris karena waktu itu memang sedang dalam kelas bahasa Inggris. Kemudian ka Nisa memulai salam dan lanjut speaking English dengan mulus lancar, yang saya ingat diakhir percakapan dia menanyakan “Do you know Safir Senduk??” Yes I know, Safir Senduk is a financial motivator, langsung saya jawab. Karena kebetulan waktu itu saya sedang aktif – aktifnya mempromosikan produk MLM dari swedia yang menggunakan icon Safir Senduk sebagai motivatornya.

Setelah pertemuan itu kami sering bertemu dan berdiskusi mengenai kesehatan dan asuransi, saya memang sudah terfikir untuk invest diasuransi sebelumnya, tapi waktu itu saya menargetkan diusia 25 tahun, tapi Alloh swt berkehendak lain dengan mengirimkan ka Nisa diusia saya 21 Th. Deal saya pun konsisten autodebet diasuransi. Sejumlah pertanyaanpun muncul terutama dikalangan orang – orang terdekat saya, mahal amat ikut asuransi, bukannya dari PT sudah diikutkan program asuransi juga ya? Mending beli motor aja bay jadi kalo kemana – mana enak gausah ngangkot?? Kenapa nggak nyicil perumahan saja kaya temen – temen yang lain?? Dsb. Tapi saya memang sudah berkomitmen dari awal insyaAlloh Bismillah saja lah. Sebagaimana saya ditulis diatas, dari garis orang tua saya keduanya memiliki riwayat hipertensi yang disertai gagal ginjal dan kedua orang tua saya sama –sama harus menjalani proses hemodialing, dari pengalaman itu saya banyak banget belajar tentang menjaga pola hidup. Belum sepenuhnya memang namun sedikit – sedikit belajar beralih kepola hidup sehat. Abah saya pria pemakan daging, hampir setiap minggu abah saya selalu konsumsi kambing entah itu sate, gule, dsb. Ditambah beliau penikmat jengkol dan pete, durian dll, pokonya semua makanan yang bisa memicu hipertensi. Saya juga termasuk suka sekali jengkol dan pete. Sedangkan menurut konsultan kesehatan, pola makan yang baik adalah mengurangi karbo, garam, gula, produk olahan, instan, daging merah dsb.

Namun pola makan kebanyakan orang Indonesia sudah dari sononya salah kaprah, makanan pokonya nasi, dimana termasuk saya kalo belum makan nasi itu berasa belum makan. Hhaahhaa. Ditambah lauknya oreg kentang/ perkedel kentang, ditambah minumnya es teh manis, pake ikan asin, cemilannya singkong goreng. Hwaahaa bisa dihitung disitu karbo semua numpuk numpuk, ternyata mengonsumsi karbo yang terlalu berlebihan, tubuh akan mengubahnya menjadi glukosa/ gula, makanya kadang orang bingung saya jarang minum teh manis/ aneka minuman manis lainnya tapi kenapa kadar gula saya tinggi, silahkan dicek bisa jadi penyebabnya adalah konsumsi karbo yang berlebihan, dan akibatnya akan memicu diabet. Naudzubillah

Nah lalu seperti apa sih pola makan yang sehat dan benar.?? 4 sehat 5 sempurna, berdasarkan data yang dilansir dari situs aladokter

Sarapan pagi sebelum Pkl. 09.00 WIB lengkapi dengan sedikit karbo dan serat utuh agar kenyang lebih lama bisa diperoleh dari sereal, oatmel, gandum biji – bijian (kacang merah, beras merah, almond, kacang hijau), tempe tahukah anda tempe adalah makanan Indonesia yang ternyata kandungan proteinnya lebih tinggi dari pada daging sapi, kemudian lengkapi dengan buah dan sayuran hijau serta tambah dengan susu, porsinya jangan terlalu berlebihan,

Pkl. 09-10 Wib Morning snack, anda bisa pilih makanan yang mengandung serat sebagai pengganjal supaya anda tidak terus merasa lapar misalnya pudding, cookies, camilan rujak buah dll

Pkl. 12- 13 Wib lunch, nah disini anda boleh makan besar missal nasi putih dimix dengan nasi merah lengkapi dengan sayur aneka warna, tambah dengan tempe dan lauk lainnya seperti ikan / ayam, dan diakhiri dengan pisang / apel.

Pkl. 15-16 Wib Afternoon snack anda bisa memilih smoothies atau pudding bisa juga dengan beberapa potong buah segar.

Pkl. 18-19 Wib Dinner disini anda disarankan untuk mengkonsumsi makanan yang ringan dan mudah dicerna seperti roti gandung, oatmel, sereal jagung, dilengkapi dengan susu.

Jangan lupa seimbangkan dengan pola istirahat dan olah raga yang teratur.

Wah – wah memang lidah kita sudah terbiasa makan makanan dengan rempah yang sangat kuat. Namun tidak ada salahnya untuk mencoba memperbaiki pola makan perlahan lahan, oya mengenai pertanyaan mengapa saya tidak memilih untuk invest di asset tetap dan bergerak adalah, untuk saat ini saya sedang sibuk – sibuknya mempersiapkan diri untuk study abroad, Alhamdulillah, entahlah Alloh swt akan membawa saya kemana yang jelas saya butuh cadangan asset tak berwujud yang lebih banyak ketimbang asset tetap, ya…. Sekali lagi saya tegaskan setiap orang pastinya memiliki strategi masing- masing dalam meraih tujuannya dan saya memilih strategi seperti ini. Semoga ada sisa usia yang bermanfaat aamiin sukses slalu untuk anda semua pembaca yang budiman.

Wassalam

#MrOnline

Alokasi Dana APBN Untuk Kesejahteraan Rakyat

Sebagian besar masyarakat Indonesia kurang peduli terhadap APBN Negara kita, ditambah lagi dengan kurangnya transparasi dari sector public dan selama ini opini masyarakat dicekoki dengan beragam berita – berita yang menunjukan sebagian banyak oknum – oknum pejabat kita yang korup, bukan rahasia umum lagi kalo – kalo mereka yang memiliki jabatan sudah kongkalikong dengan pemodal baik domestic maupun luar negeri, saling menguntungkan group bisnis mereka sendiri. Ditambah sederet drama kasus petinggi – petinggi institusi negeri ini yang saling membuka aib satu sama lain. Oleh karena itu banyak masyarakat yang berfikiran “I don’t care”. Toh selama ini semua kebijakan yang dibuat oleh pemerintah dirasa tidak ada bedanya, yah itu memang tidak berlebihan karena penulis juga merupakan anak kampung yang tinggal jauh dari hingar bingar informasi tekhnologi, banyak kebijakan serta program – program yang tidak tersalurkan dengan baik sampai ke hilir daerah terpencil, entah kurangnya sosialisasi maupun masyarakat yang sudah masa bodoh lagi. Padahal pemerintah sudah mengeluarkan anggaran untuk setiap program yang dibuatnya.AN

Dewasa ini image pemerintahan perlahan – perlahan berubah terutama mengenai kebijakan yang berhubungan dengan moneter & fiskal mulai transparan, bersih, dan bebas pungli. Sedikit sharing saya termasuk salah satu anak muda yang mengagumi Ibu Sri Mulyani, ada beberapa kebijakan yang sangat saya kagumi terutama adalah dibentuknya dana investasi abadi pendidikan, wah ini merupakan pertama dalam sejarah pendidikan Indonesia dimana anak bangsa yang memiliki potensi dalam bidangnya masing – masing dibiayai penuh oleh Negara untuk belajar dari universitas – universitas terbaik di seluruh dunia. Program ini sangatlah bagus, namun LPDP harus bekerjasama dengan seluruh elemen pemerintahan Indonesia agar nantinya almamater – almamater LPDP yang telah kembali ke Indonesia diberi kesempatan untuk mempraktekan ilmu yang sudah mereka dapati diluar negeri sehingga berguna untuk kemajuan bangsa. Jangan sampai mereka pulang ke Indonesia namun tidak tahu harus menyalurkan ilmunya kemana sehingga menjadi generasi abu – abu yang pada akhirnya memilih karir diluar negeri. Bimbingan secara berkelanjutan sangat diperlukan kandidat LPDP, baik selama study maupun pasca study, libatkanlah mereka dalam proyek – proyek vital negara. Sehingga tercipta kerjasama yang saling menguntungkan.

unnamed

Pada anggaran ABPN 2017 pemerintah mengalokasikan dana transfer pada daerah yang melebihi jumlah anggaran belanja kementrian – kementrian lainnya, sebesar 36.9% hal ini berdampak positif apabila diiringi dengan pengawasan yang terintegrasi dan transparansi laporan keuangan tiap daerah jangan sampai percepatan pertumbuhan ekonomi yang menjadi tujuan utamanya kebijakan ini malah menjadi ladang KKN bagi sebagian golongan tertentu, harus ada system yang terintegrasi sehingga semua kegiatan laporan keuangan tiap daerah bisa diakses oleh siapa saja (Public transparansi). Misalnya dana KUR dan PNPM Mandiri yang sejatinya untuk mendorong industri kecil menengah, faktanya hanya kelompok tertentu saja yang menikmati dana ini, mereka yang benar – benar berkecimpung dalam industri mikro hanya sedikit yang menikmatinya karena terbentur oleh banyakya persyaratan yang harus dipenuhi. Fokus utama pengembangan kesejahteraan masyarakat selain industri mikro, menurut penulis adalah generasi muda (asset bangsa) difase ini banyak ide – ide “nakal” yang muncul, energi, semangat yang menggebu – gebu, serta waktu luang yang melimpah namun anak muda tidak punya modal maupun media untuk menyalurkan ide – ide liar mereka, jika ada kebijakan yang memfokuskan pada bimbingan bisnis anak muda tentu akan menghasilkan banyak pebisnis – pebisnis muda yang tentunya dapat menjadi solusi dari membludaknya pengangguran diusia produktif, menurut penelitian dari berbagai lembaga survei ekonomi mengungkapkan bahwa industri mikrolah yang terus fighting ditengah – tengah terpaan badai krisis 2008 silam, bahkan ditahun ini merupakan tahun keemasan meroketnya bisnis online, hal ini tentu berimbas pada percepatan laju usaha mikro yang nilai transaksinya bisa triliunan Rupiah setiap bulannya, dengan semakin mudahnya akses internet sehingga mampu mencapai seluruh pelosok Indonesia, hal ini tentunya tidak lepas dari peranan ide “Nakal” anak muda yang memunculkan banyak starup marketplace baru di Indonesia.

images (18).jpg

Dari sektor kebijakan fiskal, pemerintah melalui kementrian keuangan juga membuat gebrakan yang tak kalah mencengangkan yaitu tax amnesty, kebijakan ini menimbulkan pro dan kontra ditengah – tengah masyarakat, namun mahkamah konstitusi telah memutuskan bahwa kebijakan tax amnesty tidak melanggar UUD 1945, nilai deklarasi tax amnesty pada periode pertama sudah mencapai Rp. 3.770,45 triliun ini merupakan salah satu pencapaian tertinggi diantara negara – negara yang telah melakukan program tax amnesty ini. Bayangkan jika 1 triliun dana pajak yang diperoleh bisa untuk membangun 155 km jalan raya atau pemberian subsidi kepada petani berupa 306.000 Ton pupuk / bantuan sosial kepada 355.000 keluarga miskin, menyekolahkan 2.2 Juta siswa SD/SMP/SMA, berarti Rp. 3.770,45 triliun mampu membangun seluruh wilayah tertinggal di Indonesia agar percepatan pertumbuhan yang menyeluruh bisa terealisasi terutama untuk wilayah – wilayah perbatasan yang masih sangat jauh dari sentuhan pemerintah pusat. Jika 1% nya saja dialokasikan untuk memberi pinjaman lunak pada anak muda untuk mengembangkan bisnisnya, maka cukup untuk melahirkan banyak wirausahawan – wirausahawan baru di Indonesia.

images-19

Kebijakan – kebijakan tersebut merupakan sebagian kecil dari kebijakan kementrian keuangan yang penulis ketahui, dari situ saja kita sudah optimis kedepannya Indonesia bisa jauh lebih baik dengan penghitungan penganggaran APBN yang tepat dan akurat, serta kita sebagai warga Indonesia yang baik harus terus ikut serta mengawasi setiap aktifitas pemerintahan kita, mulai dari yang paling sederhana dari lingkungan tempat tinggal kita, RT/RW/Desa, sadar APBN dan ikut mengawasinya tentu akan menciptakan Indonesia yang lebih baik lagi.

Referensi :

www.kemenkeu.go.id/apbn2017

www.lembagapajak.com

www.suarajatimpost.com

FP : Kementerian Keuangan Republik Indonesia

 

Himkah Dibalik Peristiwa 212

Assalamualaikum,
saya mau sharing pengalaman saya ikut aksi super damai Jum’at 02 Desember 16, dari beberapa hari sebelum hari jumat, sudah ramai perbincangan baik di TV maupun di media sosial tentang aksi damai 212, hari kamis sore saya berangkat ke kampus bersama teman saya Deka, anak CM 2015 yang juga kebetulan tetanggaku. Sore itu seperti biasanya kami berbincang” selama perjalanan menuju kampus sambil naik motor, menembus macetnya kota Cibitung. Kami biasa ngobrolin topik” tentang materi kuliah, tugas, dan rutinitas kerjaan setiap hari, sesekali ngomongin soal investasi, sangat jarang kami ngobrol urusan priadi seperti kebanyakan anak muda lainnya yang curhat masalah asmara (cieeh emang belum ditemukan dengan pasangannya)… Setibanya dikampus sepontan Deka menanyakan perihal aksi 212, “Mas, besok ada aksi 212 ya, kampus juga kebetulan ngadain sutle bus untuk yang ikut aksi ini” katanya. Spontan saya langsung menjawab “beneran dek? Ikut yuk?.. dia langsung menjawab “Ayoo” nanti saya kabarin ya pengumumannya lewat whatsapp. Okee sembari masuk kelas. Dikelas saya terima pengumumannya melalui whatsapp kemudian dia bilang tidak bisa ikut karena masuk pagi, dalam hati saya terus berfikir malam ini masuk kerja, pulang kampus jam 09.30 malam, ikut nggak yah, takutnya disana malah ngantuk dan merepotkan orang lain, tapi kebetulan malam ini kita disuruh masuk jam 10 lebih awal dari biasanya, artinya kita pulang jam 05.30, ketentuan dari kampus yang ikut aksi 212 harus sudah kumpul jam 06 pagi sepertinya Alloh swt sudah menakdirkan saya untuk ikut aksi ini, bismillah saya berangkat, sepulangnya dari kampus saya langsung mempersiapkan sikat gigi, odol, kopiah, baju putih, power bank, kopi dll Selesai packing saya langsung buru” jalan ke tempat kerja karena jam sudah hampir menunjukan Pkl. 10 WIB, didalam PT saya tidak henti henti berfikir dengan sedikit ragu ragu. Tapi sekali lagi saya mantapkan hati untuk berangkat dengan niat ibadah Insya Alloh. Pagipun tiba pkl. 5.40 wib saya bergegas pergi ke kampus, ditemani semilir angin pagi dan macetnya kota Cibitung, sesampainya di kampus, saya disambut oleh Pak Ihsan lengkap dengan jubah putihnya, spontan saya langsung menanyakan “Pak kapan berangkatnya..?? lalu beliau rada terkejut sambil bertanya balik “Dari mana ya..???, (dalam hati saya mau ketawa lucunya pak Ihsan sampai nggak ngenalin saya, wajar saja mungkin saya mahasiswa paling aneh pagi pagi dengan muka hina memakai atribut serba hitam, rambut crazy warna merah menyala dengan hiasan behel gigi ungu yang mencuri perhatiaan, wkwkwkw…). “Saya anak CA 2014 pak, gumam saya. Lalu beliau dengan sigap langsung mendaftarkan nama saya dalam list peserta, “Sudah saya update ya de..” sekarang langsung saja masuk ke bis. Pkl. 06.10 wib bis berangkat meninggalkan kampus dengan diiringi doa dari bapak Ikhsan selaku ketua aksi hari ini dan menyanyikan mars penyemangat bersama. Teman” dari Mampang sudah menunggu kami sudah janjian, suttle bus sudah berencana untuk mampir ke kampus Mampang. Sesampainya di jalan TOL, rencana dirubah karena terjebak macet parah, dan akhirnya teman teman dari Mampang menunggu ditengah jalan antara menara Saidah, sampainya disana kami bergembira akhirnya bisa berkumpul dan suasana menjadi sangat meriah, mars pun taklupa kami nyanyikan bersama, sepanjang jalan tidak henti-hentinya suara takbir dikumandangkan, sesampainya dilokasi suasana ramai dan damai sudah mulai terasa, benar saja pasukan relawan yang berbaju abu” army sudah siap mengatur parkir, kami turun dari bis dan bergegas mengikuti iring- iringan jamaah lainnya, mendadak suasana menjadi horror ketika barisan yang mayoritas berbaju putih itu bertemu disuatu perempatan sembari mengucapkan salam dan sholawat, tak luput seorang nenek – nenek berteriak Allahu Akbar.. Allahu Akbar sembari membagi- bagikan cakwe gratisss bersama cucunya, “Ambil – ambil makan, Gratiss, Allahu Akbar..” teriak nenek dengan suara lantang. Saya yang termasuk keras kepala mendadak luluh, entah suasana apa yang tengah saya rasakan, terharu, bangga, tentram, namun juga ingat akan banyak kesalahan serta maksiat yang selama ini saya perbuat, sepanjang jalan menuju Monas, banyak yang membagikan makanan serta air mineral, buah dengan sukarela dengan ramah tamah, sembari bershalawat beliau-beliau membagikannya dengan penuh suka cita. Sesampainya di area monas, jalanan sudah sangat padat barisan sudah tidak bisa bergerak maju kembali, akhirnya rombongan memutuskan untuk membuat shof dibawah jembatan sepanjang jalan silang Monas & Masjid Istiqlal. Didepan jalan sudah ada Ibu – ibu dan Bapak-bapak baik hati membagi bagikan air mineral & roti, sayapun memminta kardus yang sudah tak terpakai sebagai alas sholat kebetulan saya tidak membawa sajadah. Kamipun membuat shof sholat secara teratur, sembari menunggu adzan berkumandang, sebagian ada yang tadarus, ada yang dzikir, ada yang bersholawat, ada yang menunaikan sholat shunah, ada pula yang masih sibuk mengatur shof sholat. Kami tidak dengan jelas bisa mendengar ceramah dari da’I maupun apa komando yang sedang dibacakan karena jarak kami lumayan jauh dari mimbar utama, bahkan kedatangan Presiden jokowipun kami tidak mengetahuinya. Kami baru tahu setelah pulang dan nonton tv, ternyata Presiden jokowi hadir untuk menunaikan sholat jum’at berjamaah. Tak lama kemudian sayup- sayup muadzin terdengar mengumandangkan adzan, semua jamaah dengan khidmat mendengarkannya sambil membaca takbir, usai khotib berkutbah gerimis rintik-rintik mulai berasa disertai dengan tiupan angin yang sejuk, semakin lama, curahan airnya semakin deras berasa, sebagian jamaah ada yang membaca doa sebagai wujud syukur telah dikaruniai limpahan rezeki melalui hujan ini. Sholat jum’at berjalan dengan sangat tertib & khidmat, pada rokaat kedua imam membaca do’a Qunut nadzillah, (biasanya dibaca saat terjadi bencana-bencana besar). Sepanjang pembacaan do’a Qunut yang diaminin oleh jutaan jamaah ini, air mata & isak tangis tiada henti-hentinya bercucuran, sebagian ada yang sampai tidak kuasa menahan bendungan air matanya, diiringi curah hujan sedang, sayapun terbawa suasana dan fikiran saya melayang, flashback pada masa-masa silam, astaghfirullohaladzim, selama ini saya banyak sekali melakukan dosa-dosa dan maksiat, selama ini saya masih punya penyakit hati dan belum mampu mengendalikan diri, masih membangkang pada orangtua maupun saudara-saudara tertua, ya Alloh ya Rabb ampuni hamba, bawalah hamba kejalan orang – orang shaleh, suasanapun semakin menyayat – nyayat hati, bohong kalo ada jamaah yang tidak merinding, saat melaksanakan sholat jamaah ini. Usai sholat, imam memimpin do’a dan kami membubarkan diri dengan tertib, sepanjang jalan tidak hentinya Sholawat & Takbir berkumandang saling sahut sahutan, bahkan para pedagang kaki lima, serta pemulung juga ikut bershalawat, luar biasa indahnya hari ini menambah suasana menjadi semakin menyayat –nyayat. Saya sempat tertinggal dengan rombongan, tapi Alhamdulilah kami berhasil sampai pada meet point kembali. Didalam Bis, berasa sangat dingin saya yang dari kemaren sore belum tidur sama sekali merasakan rengekan badan ini, setelah dihujani selama beberapa jam kemudian harus berada dalam bus yang full AC luar biasa nikmat sekali pengalaman hari ini, salah satu hari terbaik yang pernah saya lalui, terimakasih Ya Alloh semoga dilain kesempatan saya bisa dianggil kembali dalam kegiatan kegiatan yang bermanfaat. Aamiin.
Wassalamualaikum
Salam
#MrOnline